Edisi Maret 2018

Berpolitik, Merasul yang Paling Dahsyat

Pada Agustus 1945, setelah Jepang mundur,

Mgr. Soegijapranata langsung mengibarkan bendera Merah Putih di depan Pastoran St. Yusuf Gedangan Semarang, pusat Vikaris Apostolik Semarang kala itu. Lalu, pada 18 Januari 1947, Mgr. Soegijapranata berpindah  ke Gereja St. Yusup Bintaran Yogyakarta agar dapat terlibat aktif dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui pidatonya yang disiarkan RRI, Mgr. Soegijapranata juga mengajak orang-orang Katolik agar bekerja sama dengan pejuang Indonesia. Slogan 100% Katolik 100% Indonesia senyatanya tak sekadar jargon Mgr. Soegijapranata. Slogan itu ia hidupi bersama umat Katolik seluruhnya. Lalu, mengapa belakangan ini umat Katolik cenderung abai terhadap persoalan bangsa, persoalan yang sehari-hari juga dihadapi masing-masing umat Katolik?

Selamat menggali inspirasi,

 

Salam,

Redaksi Majalah UTUSAN

Layanan Pelanggan

Redaksi

Ada pertanyaan? Hubungi kami di live chat.

Pengiriman
Pembayaran