• Majalahutusan.com

Allah Melihat Kehidupan Manusia

Dari tempat yang tidak ketahui manusia, Allah melihat segala kehidupan manusia. Allah memandang kehidupan demi kehidupan manusia. la melihat segala bentuk aktivitas manusia di bumi.

Allah melihat gedung-gedung menjulang tinggi. Kendaraan- kendaraan mewah berkeliaran dijalan. Kehidupan manusia dimotori oleh teknologi yang canggih. Di sana-sini, Allah melihat manusia sibuk dengan gawaiditangannya. Manusia tidak peduli lagi dengan lingkungan sekitarnya.

Allah melihat gereja yang megah. la tahu hari itu hari Minggu. Allah melihat ke dalam gereja itu. Sepi dan sunyi. Hanya terlihat beberapa orang yang sudah lanjut umur sedang mengikuti Misa. Dari gereja itu, Allah mendengar sorakan keramaian manusia. Dari mana itu asalnya?

Allah penasaran. la melihat sebuah tribun sepak bola yang diduduki ribuan manusia. Rupanya,ada pertandingan sepak bola. Allah sangat sedih. Manusia lebih suka pergi ke tribun sepak bola daripada Misa pada hari Minggu.

Dari sudut dunia lain, Allah melihat sebuah kota yang sangat ramai dan disesaki penduduk. Mobil-mobil saling mendesak- desakkan di jalan raya. Pengemis, gelandangan, dan anak-anak jalanan terlihat di sepanjang jalan. Para preman sibuk berkelahi, bahkan saling membunuh. Sementara itu para elite sibuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, tanpa memperhatikan rakyatnya. Korupsi sangat merajarela. Allah sangat sedih.

Belum jauh dari sudut dunia itu, Allah melihat kerusakan alam yang ganas. Alam yang dulu indah nan menawan, dihiasi pohon- pohon yang hijau,sungai yang bening, serta hewan dan tumbuhan yang begitu bahagia menikmati hidupnya. Namun,sekarang hutan gundul, sungai-sungai berwarna cokelat, hewan dan tumbuhan merintih kesakitan. Sungguh kejam manusia. Tidak tahu berterima kasih kepada alam. Alam yang telah memberikan mereka kehidupan, kini mereka buat menderita. Allah tak kuasa menahan air matanya. Beginikah ciptaan-Nya?

Allah mulai berpikir untuk menghancurKan dunia ini. Namun, Allah masih melihat segelintir orang yang melakukan tindakan kebaikan, saling memberi bantuan kepada orang lain. Memuji nama-Nya di gereja, masjid, vihara, kelenteng, pura, serta sinagoga. Allah sungguh bahagia.

Berkat segelintir orang ini, Allah mengurungkan niat-Nya untuk menghancurkan dunia. Allah kemudian pergi dan kembali ke surga. la senantiasa melihat semua liku-liku kehidupan manusia di muka bumi ini. (Fr.Yuventius Leo Rigby)


UTUSAN No.02 Tahun Ke-68, Februari 2018

32 tampilan
Layanan Pelanggan

Redaksi

Ada pertanyaan? Hubungi kami di live chat.

Pengiriman
Pembayaran