• Majalahutusan.com

Belas Kasih Tiada Tara

Dalam bukunya The Name of God is Mercy, Nama Tuhan adalah Belas Kasih, Paus Fransiskus bercerita tentang salah satu pengalamannya sebeium ia terpilih menjadi paus. Waktu itu ia masih Kardinal Jorge Mario Bergoglio, Uskup Keuskupan Agung Buenos Aires.


Suatu hari, datanglah seorang imam menghadap dia. Imam itu sering berada di kamar pengakuan dan mendengarkan pengakuan dosa berjam-jam lamanya. la kadang-kadang gelisah dan bertanya, apakah ia telah memberikan denda dan melantarkan pengampunan dengan benar kepada para penitennya. la merasa, jangan-jangan ia terlalu bermurah hati dalam memberikan pengampunan terhadap dosa-dosa yang sebenarnya sangat serius.


Kardinal Bergoglio lalu bertanya, "Apakah yang Romo lakukan ketika pikiran-pikiran semacam itu melanda Romo?"


Romo tersebut menjawab, "Saya pergi ke kapel dan berkata kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus,'Yesus, ini semua karena kesalahan-Mu, mengapa Engkau memberikan padaku contoh yang tidak baik, yakni mengampuni siapa saja yang datang kepada-Mu untukmemohon belas kasih. Engkau bahkan sudi mencurahkan darah- Mu untuk mereka. Aku malah tidak melakukan tindakan seekstrem Engkau, mencurahkan darah bagi pendosa seperti yang Kau buat itu'.


Kardinal Bergoglio pasti tidak menyalahkan romonya itu. Seluruh tindakannya, juga kelak ketika ia menjadi paus, justru mempertegas bahwa langkah seperti yang dibuat oleh romo itu adalah benar. Paus sendiri memang selalu menekankan bahwa Tuhan itu Maha Pengampun, bahkan nama Tuhan sendiri adalah Belas Kasih. Belas kasih dan pengampunan itulah yang ditunjukkan habis-habisan oleh Yesus, PutraNya ketika Ia berada di dunia. Memang selama hidup-Nya, Yesus selalu bersahabat dengan para pendosa.


Yesus juga tidak membela diri ketika la dituduh bersahabat dengan pendosa. Dia malah menegaskan, Putra Manusia datang untuk memanggil orang-orang berdosa supaya bertobat, seperti seorang tabib yang baik datang untuk mereka yang sakit, bukan untuk mereka yang sehat. Sikap ini sesuai dengan sikap Tuhan dalam perjanjian Lama, yang seharusnya diketahui oleh orang-orang Yahudi, para lawan yang menuduh-Nya. Tidakkah dalam Perjanjian Lama Allah mengatakan segala kesetiaan dan belas kasih pengampunan-Nya?


Bila kita penuh pengampunan, kita adalah orang yang terberkati, karena kita menjadi seperti Bapa, yang mengirimkan hujan dan matahari baik bagi mereka yang baik maupun yang jahat. Namun, kita sering merasa sulit bagaimana bisa menjadi diri yang penuh belas kasih. Maka perlu kita ingat bila kita sungguh bisa berbelas kasih, itu sungguh bukan karena usaha dan jasa kita, tetapi karena belas kasih dan kebaikan Tuhan. Hanya karena kita menerima dan merasakan belas kasih. maka kita juga bisa berbelas kasih.


Injil mengajak, agar kita mau melihat ke dalam diri kita, betapa banyak belas kasih yang telah kita terima. lni mendorong kita untuk menyadari: betapa pula kita harus banyak berbelas kasih terhadap sesama kita, lebih-lebih kepada mereka yang miskin, nista, dan terpinggirkan. Belas kasih Tuhan itu tiada batasnya bagi kita. Masa kita tega untuk tidak berbelas kasih atau membatasi belas kasih kita terhadap sesama?


Kata Tuhan sendiri kepada kita, akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan (Luk.5:7). BilaTuhan berkenan memberikan pengampunan yang demikian besar terhadap pendosa, tidaklah berarti bahwa dosa itu benar atau dibenarkan. Tidak, artinya adalah betapa belas kasih Tuhan itu tak ada batasnya, tak dapat dikalahkan dengan dosa. Betapa pun besar sebuah dosa, Tuhan berkenan mengampuninya, asalkan kita bersedia mengakui dan menerima belas kasih-Nya yang tiada tara.


Hati Kudus Yesus, dalam hati-Mu tersembunyi takhta belas kasih Tuhan tiada tara.

Dari Hati-Mu mengalir berlimpah sungai pengampunan, dan air hati-Mu itu menyucikan segala kecemaran dosa.

Luluhkan hatiku dengan air-Mu, ketika aku dilanda kebencian dan berada dijalan buntu yang membuat aku tak mampu mengampuni sesamaku.

Hati Kudus Yesus, ampunilah aku.


Sumber: Paul Pace SJ, Blessed are the Merciful, dlm:

Via google image

Messenger, Maret 2018, hIm. 44-45 - gps.

20 tampilan
Layanan Pelanggan

Redaksi

Ada pertanyaan? Hubungi kami di live chat.

Pengiriman
Pembayaran