St. Ignasius Loyola (1) : Terluka di Pamplona

October 1, 2016

 

St. Ignasius dari Loyola adalah pendiri Serikat Yesus yang didirikan pada tahun 1540 dan banyak bergerak dalam bidang pendidikan. Sebagai orang suci, Ignasius sering disebut sebagai pendosa yang dipanggil Tuhan. Bagaimana Ignasius yang pendosa bisa mendengarkan panggilan Tuhan dan mengikuti jalan-Nya? Bagaimana jatuh bangunnya dan pergulatan yang harus ia lalui untuk menjalankan kehendak Allah? Kita semua adalah pendosa, baiklah bila merujuk riwayat Ignasius untuk merenungkan dan memaknai hidup kita dengan lebih baik.

 

Pada saat itu, terjadi perang antara kerajaan Castilla, yang mempertahankan kerajaan Navarra, melawan tentara Prancis dan orang-orang Navarra yang tidak setuju Navarra bergabung ke Castilla. Ignasius, kala itu bernama Iñigo, adalah anggota keluarga bangsawan Provinsi Guipuzcoa yang bersumpah setia untuk berbakti pada Raja Castilla. Sebagai tentara dan keluarga bangsawan, Iñigo dengan penuh semangat dan ambisi ikut maju perang.

 

Di benteng Pamplona akhirnya terjadi perang yang sungguh tidak seimbang. Prancis datang dengan 12.000 pasukan angkatan darat, 800 tombak, dan 29 meriam, sedangkan Kerajaan Castilla menghadapinya hanya dengan 1.000 orang pasukan. Mengetahui hal ini, para pemimpin mundur, demikian juga Martin Garcia, kakak Iñigo. Namun Iñigo bersikukuh, malahan ia memacu kudanya makin kencang. Dikobarkan oleh ambisi untuk memperoleh harga diri di hadaparan raja, Iñigo memutuskan untuk mempertahankan benteng atau mati. Bagi Iñigo, perang adalah kesempatan emasnya untuk membuktikan baktinya yang total kepada raja dan para putri kerajaan impiannya.

 

Akhirnya, pada hari itu, 20 Mei 1521, Iñigo terluka parah. Tentara Prancis berhasil menyarangkan sebuah peluru di kakinya dalam serangan bertubi-tubi selama enam jam di benteng Pamplona. Benteng Pamplona pun lumpuh, demikian juga Iñigo. Ia tak hanya sakit karena luka tapi juga karena rasa malu yang dalam karena kalah perang. Meski demikian, ambisinya tidak padam. Tentara Prancis bisa saja mengambil benteng Pamplona tapi mereka tak bisa merenggut jiwa Iñigo yang haus akan kehormatan dan nama besar.

 

Ambisi inilah yang membuat Iñigo bertahan dalam luka parah itu. Bagi para lawan maupun kawannya, semangat juang Iñigo sangatlah mengagumkan. Iñigo yang terluka akhirnya dievakuasi dari benteng Pamplona ke Loyola dengan memakan waktu perjalanan 15 hari.

 

Terlukanya Iñigo di benteng Pamplona ini merupakan titik awal pertobatannya. Keteguhan hati Iñigo yang meski terluka parah untuk mengejar kemuliaan duniawi bagi dirinya sendiri menjadi jalan bagi Tuhan untuk mengubah hatinya dan menyalakan hasratnya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.

 

Sebuah patung yang menggambarkan tentara Prancis menolong Iñigo yang terluka ditempatkan di depan Gereja St. Ignatius Loyola di kota Pamplona. Mendampingi patung ini adalah prasasti bertuliskan “Aquí cayó herido San Ignacio de Loyola. El día 20 de mayo de 1521. AMDG (Di sini, St. Ignatius jatuh terluka pada tanggal 20 Mei 1521)”.

 

Konsiderasi

Tuhan memiliki seribu satu cara untuk memanggil dan mengubah arah hidup kita dari kesukaan (shallow wants) akan kesia-siaan ke kerinduan (deep desires) makna hidup dan keselamatan. Seringkali Ia melakukannya dengan cara yang sangat tak terduga dan mengagetkan. Di Pamplona, Allah tidak saja mematahkan kaki Iñigo tetapi juga mematahkan ambisi keduniawiannya yang sia-sia.

 

Allah bertindak dengan cara yang tepat, pada saat yang tepat untuk membidik kelemahan kita dan mendidiknya dalam keutamaan. Ambisi adalah salah satu bahan bakar yang menggerakkan hidup manusia, yang menjadi alasan untuk bangun di pagi hari dan mati-matian membanting tulang di siang hari.

 

Namun, sungguhkah ambisi kita itu adalah keutamaan yang membawa kita ke kebahagiaan atau kelemahan yang membawa kita ke kesia-siaan? Peristiwa atau kegagalan apa yang hingga kini sulit kita terima? Adakah suara Tuhan memanggilku di sana untuk memperbarui hidupku dan mendidik aku?  

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Rubrik
Please reload

Follow Me
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
Layanan Pelanggan

Redaksi

Ada pertanyaan? Hubungi kami di live chat.

Pengiriman
Pembayaran