St. Ignatius Loyola (13) : VENESIA: Ditahbiskan bersama teman-teman

December 25, 2016

Ignatius berada di Venesia tiga kali. Dua yang pertama terkait dengan perjalanan ziarahnya ke Yerusalem dan hanya berlangsung singkat. Keberadaan yang ketiga cukup lama, yaitu pada tahun 1536, saat ia sendirian menunggu teman-temannya yang datang berjalan kaki dari Paris.

Pada tahun 1537, Ignatius berada Venesia bersama teman-temannya. Di kota ini, mereka melayani orang sakit, menerima tahbisan, dan berketetapan untuk mempersembahkan diri kepada Gereja di bawah Paus di Roma demi perutusan. 


Di Venesia bersama teman-temannya.

Sebelum teman-temannya tiba dari Paris, Ignatius sudah datang lebih dulu. Ignatius datang dari Spanyol karena sebelumnya, tahun 1535 berada di tanah kelahirannya untuk memulihkan kesehatan, mengunjungi keluarganya dan keluarga teman-temannya, di Navara keluarga Fransiskus Xaverius, di Almazan, keluarga Laínez, di Tolede keluarga Salmeron, di Valencia, di biara kartusian.

 

Saat menunggu teman-temannya pada tahun 1536, kondisi Ignatius di Venesia lebih sehat dan tidak memiliki kesulitan tempat tinggal karena ada seorang terpelajar dan baik memberi tumpangan. Juga tidak perlu mencari uang karena teman-teman dari Barcelona mengirimnya uang cukup sehingga dia menggunakan waktu sepenuhnya untuk studi teologi dan karya kerasulan. Ignatius juga memberikan Latihan Rohani dan melibatkan diri dalam percakapan rohani yang lain.

 

Akhirnya di Venesia ini juga Ignatius demikian bergembira menyambut enam temannya dan tiga lagi anggota baru yang bergabung ketika Ignatius di Spanyol (Jay, Bröet dan Codure). Sembilan sahabat Ignatius itu meninggalkan Paris 15 November 1536.

 

Perjalanan mereka ini biasa dikenal sebagai peziarahan kelompok teman-teman Ignatius dan menjadi salah satu pengikat kesatuan mereka di samping Latihan Rohani. Tiba di Venesia pada tanggal 8 Januari 1537, mereka menempati dua hospital. Mereka menggunakan waktu untuk melayani orang sakit, sambil menanti paskah, kesempatan untuk meminta izin ke Roma berizarah bersama.

 

Setelah dua atau tiga bulan berada di Venesia, mereka pergi ke Roma untuk meminta izin berziarah bersama ke Yerusalem. Lebih daripada sekedar mendapat izin ziarah, mereka mendapat izin tahbisan serta bekal uang ziarah dari Paus. Dari Roma mereka kembali ke Venesia. Seperti ketika berangkat, mereka pun berjalan kaki dan mengemis dari Roma menuju Venesia.

 

Di kota ini, Ignatius dan teman-temannya yang belum imam ditahbiskan, kecuali Salmeron karena pada tahun itu terhitung masih muda. Tahbisan dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 1537. Ketika itu disebarkan Cura pastoralis pro ordinandorum tentamine collecta.

 

Tulisan ini menjelaskan paham imamat zamannya dalam kaitannya dengan syarat pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan tugas imamat dengan mengikuti ajaran Yohanes Damascenus tentang tugas-tugas imam, yaitu menyampaikan ajaran suci, melayani sakramen, mendengarkan pengakuan dan mendidik umat (sacra dicens, sacramentorum administratores, confessionum auditores dan plebis doctores).

 

Tentang syarat menjadi imam, dari sisi pengetahuan Ignatius dan teman-temannya sudah melampaui syarat yang termuat dalam tulisan tersebut. Lulusan Paris sudah menjadi simbol unggul di tengah klerus zamannya yang mediocre.

 

Sementara itu situasi rohani di Venesia sendiri buruk. Terhitung ada 79 paroki dan 40 kapel biara. Beberapa hal yang menggambarkan kerohanian rusak dan buruk adalah adanya skandal uskup, kualitas imam rendah, skandal penjualan tahbisan kepada kelompok orang yang tidak layak. Umat pun tidak tertarik mengikuti ekaristi, ofisi dan tidak respek terhadap otoritas Gerejawi.

 

Simon Rodriguez memberi kesaksian bahwa ketika tiba bersama teman-temannya, yang mereka saksikan di Venesia adalah penyalahgunaan sakramen, ekaristi dan pengakuan. Pembicaraan mengenai menyambut ekaristi setiap delapan hari saja sudah menjadi pembicaraan di mana-mana dan menimbulkan banyak pertanyaan.

 

Ignatius dan sahabat-sahabatan menerima tahbisan tanpa terikat pada uskup tertentu. Juga memiliki peluang besar untuk ditahbiskan dengan penghasilan sebagai jaminan hidup (beneficio). Tetapi justru yang dipilih oleh Ignatius dan para sahabatnya adalah ditahbiskan dengan titel kemiskinan, bukan dengan beneficio.

 

Setelah ada kepastian bahwa tidak bisa berziarah bersama ke Yerusalem, mereka, para imam ini, mempersembahkan diri untuk pelayanan bagi gereja di bawah Paus. Demikian, kelahiran Serikat Jesus mendekati penerimaan resminya dari Gereja.

 

Latihan Rohani yang dijalankan oleh Ignatius di Manresa dan teman-temannya di Paris telah menyatukan persahabatan dan visi rohani serta rasuli mereka. Pengalaman ziarah bersama dengan berjalan kaki dengan segala kesultan dan tantangannya, dari Paris menuju Venesia, dari Venesia ke Roma serta pelayanan kepada orang-orang sekitar di Venesia semakin menyatukan mereka sebagai kelompok.

 

Kira-kira unsur-unsur apa yang terus memelihara, mengembangkan serta menantang segala bentuk persahabatan dan kelompokku? Pada Ignatius dan teman-temannya hidup rohani, ziarah bersama, pelayanan kepada sesama serta memberikan diri kepada Gereja. Ignatius juga mencatat jerih payah untuk sesuatu yang luhur sebagai bagian penting memperkokoh serta menguji kesejatian persahabatan dan kelompok.

 

Karena itulah dalam renungan tentang kelahiran Yesus pun Ignatius tidak lupa mengajak membayangkan “perjalanan dan jerih payah Maria dan Yusuf, supaya Tuhan dilahirkan dalam puncak kemiskinan” (Latihan Rohani 116). Selamat Natal.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Rubrik
Please reload

Follow Me
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
Layanan Pelanggan

Redaksi

Ada pertanyaan? Hubungi kami di live chat.

Pengiriman
Pembayaran