Dua Belas Kunci Berdoa (12) : Membiarkan Tuhan Bersemayam

February 16, 2017

Menganggap doa sebagai sarana pemuas kepentingan pribadi berarti menempatkan Tuhan jauh di luar diri kita, sehingga berdoa bagaikan mengirim surat kilat untuk sejumlah permintaan yang kita anggap penting. Padahal, Tuhan berada dalam diri kita masing-masing. Kardinal Newman mengatakan, “Seorang Kristen sejati akan sungguh-sungguh merasakan Tuhan sebagai yang ada dan bersatu dengan dirinya.”

 

Oleh karena itu, semakin kita bersatu dengan Tuhan melalui doa, semakin suburlah kesadaran kita akan kehadiran Tuhan dalam diri kita. Memang benar, segala tantangan, kepedihan, dan kesengsaraan hidup tidak akan berubah, tetapi karena hati kita berubah, bertumbuh, dan dipenuhi dengan Cinta, semuanya itu tidak akan menyengsarakan dan menghancurkan hicup kita. Melalui penyatuan dengan Sang Cinta dalam doa, kita akan menemukan kedamaian di tengah-tengah perjuangan hidup yang pada awalnya memukul kita. Pada saat itulah, “Duka cita akan berubah menjadi suka cita.” (Yoh. 16: 20).

 

Kita tidak harus berdoa dengan sempurna. Cukuplah kita bertahan dalam kesetiaan, selanjutnya Roh Kudus yang akan menyempurnakan doa kita.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Rubrik
Please reload

Follow Me
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
Layanan Pelanggan

Redaksi

Ada pertanyaan? Hubungi kami di live chat.

Pengiriman
Pembayaran