Joseph Ratzinger dan Devosi Hati Kudus (1) : Hati yang Hancur Karena Cinta

February 22, 2017

 

Di manakah kita harus mencari obat untuk sekian banyak malapetaka, yang mengacaukan pribadi-pribadi, keluarga-keluarga, bangsa-bangsa dan seluruh dunia? Obat itu harus kita cari dalam kebaktian kepada Hati Kudus Yesus! Tak ada ibadat lain yang dpat menandingi kebaktian kepada Hati Kudus Yesus, bila kita ingin memperoleh penawar bagi segala kesulitan kita di jaman sekarang.

 

Kebaktian kepada Hati Kudus Yesus itu lunak, mulia dan berguna dalam membimbing kita menuju cinta Tuhan. Dan dengan berbakti kepada Hati-Nya yang Maha Kudus, kita akan makin digerakkan untuk mencintai pribadi Tuhan Yesus sendiri, yang berkenan menyelamatkan kita dan dunia. Sungguh, kebaktian kepada Hati Kudus Yesus adalah wujud tertinggi dari kesalehan Katolik.

 

Begitulah kata-kata akhir yang terungkap dalam ensiklik Haurietis Aquas tentang Devosi Hati Kudus Yesus, yang dikeluarkan oleh Paus Pius XII, pada tanggal 15 Mei 1956. Seratus tahun sebelumnya, pada tahun 1856, Paus Pius IX memaklumkan pesta Hati Kudus Yesus sebagai pesta gereja universal. Dengan ensiklik Haurietis Aquas, Paus Pius XII menghendaki, agar seruan pendahulunya, Paus Pius IX itu, seratus tahun lalu dipraktikkan lagi oleh Gereja.

 

 

Memang berabad-abad lamanya umat Katolik menyerahkan diri pada Hati Kudus Yesus. Lewat ensiklik Annum Sacrum, 22 Mei 1899, Paus Leo XIII bahkan menyerahkan Gereja dan umat manusia pada Hati Kudus Yesus itu. Menyambung ajakan Paus Leo XIII, Paus Pius XII mengingatkan lagi, bahwa kebaktian kepada Hati Kudus Yesus itu telah lama dijalankan dalam Gereja, mendapat dukungan kuat dalam Injil, mendapat tempat istimewa dalam ajaran para sarjana suci dan dalam liturgi, serta berkali-kali dipuji oleh para Paus, pendahulunya di Roma. Karena itu, sambil memperingati seratus tahun pesta kebaktian kepada Hati Kudus Yesus, Paus Pius XII memperbarui penyerahan itu, dan mengajak umat agar tak bimbang dan ragu lagi untuk menyerahkan diri pada Hati Kudus Yesus.

 

Dua puluh lima tahun setelah keluarnya ensiklik Haurietis Aquas, diadakan konggres Hati Kudus Yesus di Toulouse, Prancis, 24 sampai 28 Juli 1981. Kardinal Joseph Ratzinger, yang kini adalah Paus Benekdiktus XVI, hadir dalam kongres tersebut, dan menulis risalah teologis tentang Hati Kudus Yesus. Pokok-pokok pikiran dalam tulisan itu akan diuraikan dalam serial ini.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Rubrik
Please reload

Follow Me
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
Layanan Pelanggan

Redaksi

Ada pertanyaan? Hubungi kami di live chat.

Pengiriman
Pembayaran