Aku, Mangkuk yang Pecah

January 3, 2018

Penulis: G.P. Sindhunata, SJ

 

Aku tak punya waktu,

tak punya kata, tak punya telinga.

Hatiku keras seperti batu,

mati rasa terhadap harapan dan ketakutan.

Kutengok ke kiri, kutengok ke kanan,

aku hanya sendirian.

Kuangkat mataku, suram dan meradang.

Tak kulihat bukit abadi yang kutuju.

Hidupku seperti daun jatuh.

 

Oh, Yesus,

bersegeralah menolong aku.

Hidupku seperti daun yang pudar.

Panenanku menjadi sekam.

Sungguh kosong dan pendek hidupku. 

Bosan dalam petang yang tandus.

Hidupku seperti membeku,

tiada kuncup, tiada kebesaran dapat kulihat.

 

Namun, sekarang

semuanya akan bangkit,

akan menghijau

tetumbuhan musim semi.

 

Oh, Yesus,

bangkitlah dalam diriku.

Hidupku seperti mangkuk yang pecah.

Pecah tak dapat menampung,

bahkan untuk setetes air

bagi kehausan jiwaku,

apalagi seteguk anggur bagi kedinginanku.

 

Bentuklah semuanya, hingga berubah jadi

sebuah piala mulia untuk Dia rajaku.

Oh, Yesus, teguklah aku.

 

 

Sumber:

Dari Jurang yang Dalam - Kumpulan Doa Padupan Kencana, terbitan Boekoe Tjap Petroek

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Rubrik
Please reload

Follow Me
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
Layanan Pelanggan

Redaksi

Ada pertanyaan? Hubungi kami di live chat.

Pengiriman
Pembayaran