Jangan Biarkan Aku Hancur

November 18, 2017

Penulis: G.P. Sindhunata, SJ 

 

Tuhan, hari tua adalah

roti pahit dan keras yang harus aku makan.

Dulu aku tampak kaya sejahtera,

sekarang betapa aku miskin dan papa,

sepi, sendiri, dan merana.

 

Untuk apa aku masih ada di dunia?

Rasa sakit kuderita di tubunhku, siang dan malam.

Malam hari, aku terjaga dengan terpaksa,

tak pernah nyenyak lagi tidurku,

dan dalam kegelisahan malam

waktu terasa lembut dan malas berlalu.

 

Kini terasa, diriku hanyalah

bayang-bayang masa lalu.

Bagi yang lain, aku hanyalah beban.

Tuhan cukupkanlah semua penderitaan ini.

 

(Sumber: Dari Jurang yang Dalam - Kumpulan Doa Padupan Kencana, terbitan Boekoe Tjap Petroek)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Rubrik
Please reload

Follow Me
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
Layanan Pelanggan

Redaksi

Ada pertanyaan? Hubungi kami di live chat.

Pengiriman
Pembayaran